Selasa, 25 Desember 2018

DI LANGIT MASIH ADA BINTANG














Buku “Dilangit Masih Ada Bintang”  salah satu diantara sekian banyak karya Endang Basri Ananda (EBA), telah diterbitkan tahun 1976 oleh Penerbit Bulan Bintang.  Substansi buku ini masih sangat relevan dengan kondisi kekinian Umat, khususnya para remaja

Dengan 21 Sub Judul dalam buku ini, tebal 130  halaman (16 x 21 cm) disebut oleh Dr. Hj Zakiah Drajat sebagai bacaan yang tepat dibaca para remaja muslim saat ini.  Disamping menjadi bahan bagi orang  tua yang memiliki anak-anak yang berada dalam usia pertumbuhan.

Buku ini dicetak ulang, dengan edit serta penyempurnaan oleh penulis, dan diharapkan dapat menjadi kerja bareng kita semua. Bersama warga SPS dan sekitarnya, organisasi keagam Buku “Dilangit mASIH aDA Ada Bintang”  salah satu diantara sekian banyak karya Endang Basri Ananda (EBA), telah diterbitkan tahun 1976 oleh Penerbit Bulan Bintang.  Substansi buku ini masih sangat relevan dengan kondisi kekinian Umat, khususnya para remaja

Dengan 21 Sub Judul dalam buku ini, tebal 130  halaman (16 x 21 cm) disebut oleh Dr. Hj Zakiah Drajat sebagai bacaan yang tepat dibaca para remaja muslim saat ini.  Disamping menjadi bahan bagi orang  tua yang memiliki anak-anak yang berada dalam usia pertumbuhan.

Buku ini akan dicetak ulang, dengan edit serta penyempurnaan oleh penulis, dan diharapkan dapat menjadi kerja bareng kita semua. Bersama warga SPS dan sekitarnya, organis aan, organisasi peduli umat dan lembaga lain dengan tujuan mulia, mempersiapkan generasi muda yang lebih baik.



AL hamdulillah atas dukungan yang diberikan untuk penerbitan ulang “Di Langit Ada Bintang” ini, terutama kepada; Yayasan Insan Kamil, Puri Indah, Jakarta Barat, Yayasan Silaturrahmi, Puri Indah Jakarta Barat, Yayasan Amal Bhakti Al Hurriyah, Jakarta Barat,Yayasan Bina Masyarakat Sejahtera (BMS Foundation), Jakarta Barat,Yayasan Pembangunan Msyarakat Utama Indonesia (YPMUI), Jakarta,


 Kami sampaikan terima kasih atas ketulusan yang diberikan oleh  Hj. Elah Karmilah Bandung, H.Pandu Wijaya, Blok B, Puri Indah, H. Edy Wibowo, Blok B, Puri Indah, Altos Pebrianto dan Ibu Windrati, Blok D, Puri Indah,  H. Zulkarnain Djamin, Blok C, Puri Indah, H.M. Yasin Rahman, Blok H 4, Puri Indah, Indah, H.Maymaran NS , Blok B, Puri Indah serta komunitas muslim Puri Indah dan sekitarnya, Jakarta Barat,   atas  donasinya untuk penerbitan buku ini.

M DAWAM RAHARJO WAFAT








Telah berpulang ke Rahmatullah senior kami Prof.M.Dawam Raharjo, 31Mei 2018 dan dimakamkan kan di TMP Kalibata. Banyak ilmu dan pengalaman yg telah dibagi kepada kami semasa di LP3ES








Makam beliau di TMP Kalibata, tidak jauh dengan makam Cak Nurchalis Majid.



M Dawam Raharjo senior di LP3ES dan mantan Direktur LP3ES  memberikan kenangan yang penting. Bagaimana beliau memberikan kaderisasi kepada orang orang LP3ES pemula. Pernah satu saat saya disuruh membuat proposal pengembangan usaha kecil di DKI Jakarta. Ketika saya sampaikan proposal itu, almarhum langsung membanting dan menginjak proposal itu. " Ini apaan, Muchtar", sudah nggak jelas berputar putar lagi". Kalau gini kamu tidak akan maju.

Pada kesempatan yang lain, saya ketemua lagi, dan dengan senyum " Ini baru Muchtar" sambil memijit bahu saya. Kamu Muchtar, bisa jadi propesor, jika kamu catat pengalaman selama ini, analisis dan tulis.

JAYA NASTI, SAHABAT DAN TETANGGA PULUHAN TAHUN






Jam sembilan malam (Minggu, 3 September, 2017) tadi Saya dikontak oleh Sahabat.M Yusuf Sisus, apakah benar informasikan di WA Orang tua Asuh, bahwa Sahabat Muhammad Jaya Nasti meninggal? Rasa kaget Dan panik Saya buka, benar. Saya dengan Jayanasti puluhan tahun berhadapan rumah di Perumahan SPS Puri Indah . tidak hanya itu, puluhan tahun memulai karir di LP3ES, mulai dari Jalan Jambu hingga Slipi.



Kami sama sama alumni PGAN Padang, sama sama menjadi fadilitator pelatihan Dan pemberdayaan masyarakat. Dia membuat resensi yang tajam atas Buku Msnjemen Kematisn Dan Kucindan Dan Kurenah Urang Awak, di Kompasiana., Buku tersebut, ditulis bersama Teman perantau di Jakarta.




Malahan ketika almarhum menjadi konsultan di Jambi, saya dipinjamkan rumahnya beberapa bulan, karena saya merenofasi rumah. Subhanallah
Istrinya menyampakan bahwa kondisinya menurun minggu in. Selasa lali dibawa ke RS Ciawi, Allah berkehendak lain. Is menfhadap Khalik jam 7.20 Dan dimakamkan di TPU dekat Ciawi.
Banyak kebanganmanis dengan almarhum Dan banyak illmu kepelatihan yang dibaginya. Nono Hartono, Suhardi Suryadi, Suharto Semsi, Fachry Ali, Imam Pituduh, Siswanto Imam P, Humaedi Hasan, Ison Basuni, sofyan Lubisf, Rustam Ibrahim, Erfan Maryono Abu Yamin Dan lain lain merasakan keunggulan nya dalam menulis dan pelatihan

Saya ingat mas Dawam, Tar, kalau nulis kayak Jaya, jelas Dan logik. Kamu kan dekat rumah Dan sama orang Padang, belajar sama dia.
Dia dengan spontan membuat catatan Tentang Almarhum Arbiter Tutiko untuk Biografi Arbiter Tutiko yang dipersiapkan bersama Siswanto Imam P.LPPSE
Saya ketemu almarhum, ketika alumni PGAN kumpul di Senayan dan ketika Mengenang Almarhum Utomo Dananjaya, di Universitas Para Madina
Uda Jaya akan menerima pahala Tak terbatas atad berbagai ilmu Dan kemampuan pelatihan partisipatif.
Doa kami untuk Uda. Ini foto ketika alumni PGAN kumpul di Senayan, tiga tahun.lalu. Doa dari wae\rga SPS Puri Indah, LP3ES, LPPSE, Bdc Formasidan sejawat lain.
Alamat almarhum saat dipanggil Illahi, Jl. Veteran III No. 68, RT 01/01, Jambu Luwuk, Ciawi, Bogor HP.08131977 2216
Pedoman Pengalaman
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Syarak Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru
Halaman, x/219
Gebu Minang Pusat, 2011



Menghadapi Berbagai tantangan dan realitas yang tidak kondusif itu, maka tidak ada pilihan, kecuali perlunya sebuah strategi kebudayaan dan politik. Dalam bacaan saya, Naskah Seminar Kebudayaan Minangkabau 2010 telah memberikan kerangka yang relatif komprehensif menyangkut strategi kebudayaan dan politik tersebut. Bagaimanapun kerangka itu memerlukan political will kepemimpinan birokrasi kepemerintahan; dan juga kesediaan kepemimpinan agama dan adat untuk membangun kesepakatan, baik pada tingkat konsep, kerangka, dan praksis konsolidasi kultural suku bangsa Minangkabau tersebut. Tanpa itu, keinginan untuk perubahan kearah lebih baik, bisa berarti bahwa ‘kaum’ Minangkabau itu sendiri tidak mau mengubah nasibnya.
Profesor Azyuamardi Azra memberikan catatan khusus tentang buku ini
“Dalam kehidupan sosial budaya, perubahan-perubahan yang dimunculkan pembangunan (modernisasi) Orde Baru, menimbulkan urbanisasi yang berlangsung dan meningkat secara cepat di Sumatera Barat – seperti juga terjadi di banyak wilayah di Indonesia lainnya. Semakin banyak anak-anak muda Minang yang masih bujangan dan yang sudah berumahtangga—baik laki-laki maupun perempuan—yang merantau ke wilayah-wilayah urban, baik di lingkungan Sumatera Barat sendiri maupun ke wilayah-wilayah lain. Nagari, surau dan lubuk tapian pun ditinggalkan; banyak persawahan dan lahan-lahan perkebunan dibiarkan begitu saja menyemak membelukar.



KENANGAN DENGAN LILY HIDAYAT









Inna lllahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat Anik Dwi Martuti, Formasi hari kamis tgAYATl 5 april 2018. Ani semula aktif di PPSW dan kemudian menjadi sekretaris pelaksana Bdc Formasi dan Forum Formasi Indonesia.






Minggu 1 April 2018 salah satu dari aktifis.Formasi di panggil Illahi Rabbi, yakni lily Hidayat.a Almarhum mantan.direktur PPMA . Dua tahun yang lalu, saya dan Nana bezuk almarhum, saat cuci darah di RS PMI Bogor.


Alamatnya: Perumahan Bumi Mutiara II, blok JF 10 No. 13 Bojong Kulur, Gunung PutrI. JATI ASIH BEKASI. Jenazah di makamkan hari ini jam 11, 5 April 2018.









Semoga kedua sahabat itu mendapat tempat yg lebih baik di sisi Nya.. Keluarga yang ditinggalkan ketabahan dn kesabaran. Aamiin ya Rabb.