Rabu, 30 Juni 2010

CATATAN KEPEDULIAN AKIBAT GEMPA SUMBAR



Gempa Bumi terjadi di Pariaman Provinsi Sumatera Barat dengan kekuatan 7.6 SR yang berpusat di laut dengan kedalaman 71 KM. Gempa Bumi terasa sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, dirasakan akibatnya di kota Medan, Aceh, Palembang, Jambi dan Pekanbaru. Gempa yang terjadi 30 September 2009, jam 17.16 itu telah mengakibatkan hancurnya perumahan, fasilitas umum, kantor pemerintahan dan fasilitas ekonomi.

Catatan sementara hingga 10 Oktober 2009 Hasil assesment relawan Muhammadiyah di Kabupaten Pariaman misalnya, telah mengakibatkan 431 orang meningal dan 322 orang luka berat, 133 Fasum rusak berat dan 33 lainnya rusak sedang, sebanyak 748 rumah ibadah rusak berat an 225 rusak sedang, 104 kantor rusak berat, 257 sekolah rusak berat dan 87 lainnya rusak sedang. Jumlah rumah yang rusak berat 70.608 buah, rusak sedang 11.407 buah dan rusak ringan 4.751 buah.

Dengan kondisi serupa di Kota Pariaman tercatat 32 orang meningal dan 88 orang luka berat. 27 fasum rusak berat, 125 rumah ibadah rusak berat dan 33 rusak sedang. Jumlah kantor yang mengalami rusak berat 35 buah dan rusak sedang 26 buah. Sementara itu, sebanyak 39 sekolah rusak berat an 21 rusak sedang dan 12.760 rumah penduduk rusak berat, 2.876 rusak sedang dan 2.531 buah rusak ringan.

Anak anak di lokasi gempa dengan lingkungan yang rusak, sekolah yang tidak dapat digunakan dan anggota masyarakat yang meninggal, terluka; mengalami persoalan psiychis, takut akan terulang gempa, takut sekolah, pendiam dan akibat sosial lain. Mereka inilah yang menjadi fokus dari Children Crisis Centre yang di-inisiasi oleh Yayasan BMS dan IKBAL AMM Sumbar Jaya. Dengan harapan melalui layanan ini dapat diberikan pertolongan pertama (emergency) pada anak anak untuk mencoba mengurangi akibat gempa, baik berupa gangguan psychis dan behavior pada anak anak yang menderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD-gangguan stress pasca trauma)

Kegiatan layanan bagi anak yang terkena musibah gempa di Sumatera Barat untuk tahap I, telah berlangsung sejak 11 hingga 25 Oktober 2009 yang lalu, berjalan dengan lancar. Kegiatan dilaksanakan di 9 lokasi yang berada di Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Pariaman dan Kabupaten Agam. Jumlah anak yang dilayani hampir 700 anak dan ratusan keluarga yang ikut serta.

Lingkup kegiatan yang dilaksanakan adalah:
· Melaksanakan berbagai kegiatan art therapy (melukis, menggambar, mengarang)
· Melaksanakan cognitive therapy (olah raga, group support dll)
· Melaksanakan expressive therapy (menulis, menyanyi, menari, dll).
· Memberikan hiburan yang bersifat edukatif (game, canda, lawak dll)

Berlangsung nya kegiatan tersebut tentunya karena dukungan donasi dan doa berbagai pihak dan masyarakat yang peduli atas musibah ini. Keikhlasan dan motivasi relawan dari Jakarta dan dari Padang, dan redha Illahi merupakan kunci utama atas berjalannnya kegiatan ini. Mereka itu adalah tujuh relawan yang datang dari Jakarta dalam dua pemberangkatan serta dua relawan setempat.

Hingga 30 Oktober 2009 donasi dan dukungan yang diterima mencapai Rp. 30.005.000 dan telah dikeluarkan untuk kegiatan ini sebesar Rp.21.337.515, dengan saldo Rp.8.667.485. Saldo ini direncanakan akan digunakan untuk kegiatan Tahap II, dalam bentuk yang sama dengan kegiatan tahap I, yakni memberikan pemulihan psychologis dalam bentuk simulasi, dialog pastisipatif, nyanyi-canda, sulap, menggambar, mengarang dan berbagai lomba edukatif.

Sejalan dengan itu, kegiatan Tahap II dan lanjutan akan difokuskan pada penyiapan sarana bermain dan perpustakaan anak di lokasi prioritas, sehingga akan memberikan motivasi dan dorongan semangat bagi anak anak untuk belajar lebih giat. Ini merupakan harapan dari anak anak dan juga permintaan orang tua mereka. Untuk setiap unit Sarana Bermain dan Perpustakaan diperlukan biaya sekitar Rp 12.500.000. Data sementara yang dikumpulkan berdasarkan pengalaman kegiatan tahap I yang lalu dan usulan Posko Gempa di empat Kabupaten/Kota, Sumatera Barat, diperlukan paling kurang 25 Unit Sarana Bermain dan Perpustakaan.

Anak anak berdoa ” Ya Allah berikan lah redha Mu kepada orang orang yang peduli membantu kami” pada setiap akhir acara di semua lokasi kegiatan. Doa ini juga kami panjatkan agar dalam kegiatan mendatang berbagai donasi dan dukungan diberikan imbalan pahala dari Allah Swt."

Seusai doa diungkapkan, seorang ibu dengan anak yang di gendong di pengungsian Sungai Batang, bertanya " Kapan kembali lagi ?. Pertanyaan tersebut terasa menyentak kalbu. Kami hanya mampu menjawab " Insya'allah nanti ", dengan nada rendah sambil berpikir panjang dan manarik nafas dalam.

Harapan kami adalah donasi dan dukungan yang telah diberikan sebelumnya dapat dilanjutkan dalam kegiatan selanjutnya.

KAKEK KAKEK



Kakek mungkin bisa diartikan belum terlalu uzur. Kalau sudah kakek kakek dapat disebut pantas, karena Allah telah memberikan amanah umur memasuki usia 60 tahun. Ditambah lagi diberikan amanah untuk membimbing dua orang cucu.


Cucu pertama dari Syafniayanti dan Danu Purnomosidi, Yisca Aulia Rahman sudah menginjak usia tahun ketiga. Dan Alhamdulillah dari Anak Pertama Hendry Maulidy dengan Fitri dikaruniai cucu , Asyifa Zoya Adzkia, saat ini usia nya sudah memasuki bulan kedua.

DITINGGAL ORANG TUA


Kematian suatu yang tidak dapat diprediksi. Bila ia datang, tak seorangpun dapat menolak, meski sedetik. Dipercepat atau ditunda.

Itulah yang terjadi. 16 Januari 2010 yang lalu Bu De "Nursiah" meninggalkan kami. Ia meninggal di Ketaping, Lawang, Sumatera Barat. Dengan dipanggilnya Bu De (Mak Tuo) itu, kami sudah kehilangan orang tertua di keluarga. Banyak kenangan, nasihat yang telah beliau berikan pada kami.

Saya ingat ketika Idul Fitri tahun 2009 yang lalu, saat bertemu beliau yang sedang kurang sehat bertanya "Apa kita masih bisa bertemu Idul Fitri Tahun Depan ?". Sebuah pertanyaan yang tidak dapat kami jawab. Foto bersama keluarga besar menjadi kenangan indah

Semoga almarhum di berikan ampunan oleh Illahi Rabby dan mendapatkan tempat yang lebih baik di sisi Nya. Amiin.

Kami yakin Almarhumah dengan ikhlas telah membagi berbagai ilmu an pengalaman. Insya'allah ilmu dan pengalaman yang telah di "share" akan menjadi lautan pahala yag tiada henti baginya. Semoga juga berbagai amal jariah yang telah disalurkan selama ini, akan menjadi bekal dan aset saat hari "perhitungan" tiba. Pastilah doa anak, cucu, cicit yang shaleh akan meringankan segala beban dosa. Amiin.

Minggu, 14 Maret 2010

BALI, 2010


Bali 2010, kunjungan wisata keluarga beserta tetangga di perumahan SPS Puri Indah. Rombongan lebih 15 orang, dengan layanan Air Asia, yang murah meriah. Asik memang menikmati alam dan kuliner sendiri. Hanya saja saat main ke Sukowati dan beberapa pasar seni lain, kocek udah tipis. Sayang

Rabu, 02 Desember 2009

IN MEMORIAM, H.RUSMAN AMRA




Hari itu, Senin 12 September 2009, kami baru saja sampai di Padang, setelah menempuh perjalanan darat sekitar 32 jam, melakukan kontak dengan H Rusman Amra, dia menjawab bahwa siang ini saya di SD Sawahan di belakang RRI Padang, sedang memasang tenda untuk tempat belajar sementara anak anak. Sengaja memang ingin memberikan kejutan, kami datang sekitar jam 1o, dia bersama dengan anggota Posko Gempa Padang dari Kantor Pajak, sedang memasang renda. Salah seorang teman sengaja menemui dia yaitu Imran Sidik, dia terkejut, kok ada di Padang. Istri Imron Sidik adalah teman sekerjanya sewaktu masih di Kartini Group.

Saya dengan tiga relawan lain menyusul dia, baru ia sadar, bahwa kami adalah Relawan dari Yayasan BMS dan Ikbal AMM Sumbar Jaya yang baru datang untuk memberikan layanan kepada anak anak yang trauma akibat gempa yang dihadapi. Malam nya sekitar jam 21.30, kami ketemua lagi dengan dia, di Posko gempa Padang, di lapangan Imam Bonjol, Rusman Amra masih dengan pakaian relawan Posko Gempa Padang, kaos lengan panjang coklat muda yang sudah lusuh oleh keringat.

Dialog dengan Pak Indra dan rekan rekan lain berlangsung hingga jam 22.30 , dengan kesepakatan Tim Relawan Yayasan BMS dan Ikbal AMM Sumbar Jaya akan ikut dalam kegiatan di Teluk Kabung, setelah kami menyelesaikan kegiatan di SD 07 dan SD 20 di kecamatan Nanggalo.

Itu lah salah satu bentuk kesungguhan H Rusman Amra dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dia di panggil oleh illahi rabby, di Jakarta, awal Nopembere 2009 yang lalu. Alamrhum selalu menjadi penggerak dan berada di depan, kata H. Farman Dt Bagindo, saat melepas almarhum di rumah duka Pasar Minggu, jakarta.

Saya ingat dalam rapat di PW Muhammadiyah Mesjid Taqwa Padang, 24 Oktober 2009, alm masih memberikan masukan bagaimana koordinasi yang labih baik dengan Posko Gempa Kota, Padang.

Alm masih menyisakan awal kegiatan di IKBAL AMM Sumbar Jaya, YPMUI, kegiatan layanan Children Crisis Centre pada kita.Dengan melanjutkan rintisan tersebut, mudah mudahkan aliran amal jariah dan ilmu tetap berlanjut kepada almarrhum. Insyaalah kami akan upayakan dengan optimal. Alanrhum di YPMUI sebagai Sekretaris dan anggota pengurus IKBAL AMM Sumbar Jaya. Dan banyak lagi peran di organiosasi sosial kemasyarakatan di rantau dan Kota Padang sendiri.

Almarhum sebagai anggota ketua penyelenggara Seminar Minangkabau di Tapi Jurang, di Jakarta enam tahun yang lalu, patut dicatat, yang melahirkan berbagai gagasan dan kegiatan lanjutan seperti Sekolah Terpadu Al Mutaqin di Taman Sari Bogor.

Selamat jalan kawan, kami ingin mencontoh mu, mudah mudahan diberikan inayah Allah kepada kami untuk melanjutkan berbagai amal jariah yang telah dirintis. Doa kami untuk anda sahabat.