Sabtu, 09 Februari 2008

AROGANSI PENYANDANG DANA !?

Musibah Beruntun


Gempa yang terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya 27 Mei 2006 telah menghancurkan berbagai fasilitas umum, gedung pemerintahan, perumahan dan sarana sosial serta fasilitas pendidikan lain. Dampak gempa ini mencakup Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulun Progo, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunung Kidul. Berbagai musibah sebelumnya telah menguji kita, baik yang terjadi di Pangandaran, Bengkulu ataupun Aceh dan Nias.
Gubernur Yogyakarta menyampaikan bahwa dengan pijakan data pada bulan Juni 2006, tercatat 5.048 orang meninggal lebih dari 15.000 orang terluka. Nilai kerusakan sektor perdagangan, industri, pariwisata, perikanan dan pertanian mencapai Rp.29,25 milyar, terdiri dari Rp. 22,75 milyar untuk berbagai jenis kerusakan dan Rp. 6. 39 milyar kerugian.


Di bidang perumahan telah mengakibatkan kesurakan seba
nyak 8.533 unit rumah dengan tingkat kerusakan, rusak berat 533 unit, rusak sedang 3.557 unit dan rusak ringan 4.443 unit.


Khususnya untuk Kabupaten Sleman, bencana ini mengakibatkan rusak dan hancurnya perumahan, faslitas publik, layanan publik, fasilitas kantor, pendidikan dan sosial di 4 kecamatan.
Jumlah penduduk yang meninggal adalah di Kabupaten ini, yang mencapai 264 orang, 3.771 orang terluka, diantaranya 672 orang luka parah dan 2.539 luka ringan.


Forum Sharing Pengalaman


Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, swasta, lembaga penyandang dana, LSM dan masyarakat untuk memperbaiki berbagai kerusakan tersebut. Bagian dari refleksi penanggulangan akibat gempa yang terja
di di Yogkakarta dan daerah lain seperti NAD, Nias, Jawa Barat dan daerah lain, berlangsung seminar international dengan tema “Post Disaster Recontruction: Assistance to Local Government and Communities, di Yogyakarta 8 hingga 10 Juli 2007 yang lalu.


Seminar ini sarat dengan kasus dan pengalaman nyata penanggulangan bencana. Salah satu sessi adalah kunjungan lapangan yang berlangsung 8 Juli 2007 kedua kabupaten, yakni Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.
Salah satu lokasi kunjungan adalah Desa Nglepen, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Yakni Pembangunan perumahan yang didanai oleh World Association of NGO (Wango) dari Amerika. Wango telah merampungkan pembanguan dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang.


Arogansi?


Pembangunan perumahan di desa ini karena desa Nglepen ini , ditempuh karena desa terkena longsor, daya dukung lahan yang sangat labil dan tidak layak untuk dilakukan perbaikan .


Lahan untuk relokasi perumahan disediakan oleh Pemerintah kabupaten Sleman dan telah dibangun sebanyak 71 unit rumah, dengan sebuah mesjid dan poliklinik dan taman kanak-kanak. Mendukung keperluan sanitasi keluarga, untuk setiap 6 unit rumah dibangun MCK bersama.


Yang menarik adalah desain rumah dalam bentuk tempurung, seperti rumah suku Eskimo di dengan diameter 2,5 meter dan tinggi 3 meter. Di Setiap rumah meliputi ruang tidur, dapur.
Salah satu ruang diberi tangga di lantai dua, untuk ruang keluarga. Ventilasi belakang hanya pintu dan di depan jendela dan sebuah pintu. Desain ini juga diterapkan untuk Mesjid, seperti kubah besar/tempurung, dengan menambahkan aksesoris bulan bintang di puncak lingkaran atas.


Disain berbagai konstruksi perumahan dan fasilitas umum lainnya ini disisipkan oleh ini World Association of NGO (Wango) Amerika, merupakan standar bantuan yang diberikan di berbagai negara yang terkena musibah. Paket perumahan tahan gempa ini dikenal dengan DOME. Pekerjaan konstruksi diserahkan kepada mitra lokal, kontraktor yang dipilih langsung oleh Wango.


Tim Penanggulangan Akibat Gempa di Lingkungan Pemda DIY dan Kabupaten Sleman mencoba memberikan usulan tentang disain bangunan rumah dan fasilitas kepada Wango. Usulan tidak diterima, karena standar bantuan demikian yang disiapkan . Dengan kata lain, bilamana mau menerima bantuan ”take it” dan bila mana tidak bersedia ”leave it”.


Muatan Lokal


Dalam kasus ini berbagai falsafah pembangunan yang berbasis komunitas dan bagaimana muatan lokal dapat terakomodasi, terabaikan. Pemberi dana tidak bersedia melakukan penyesuaian dengan adat dan kondisi di lapangan, yang nota bene sangat “jawa”.


Apakah demikian pendekatan kepedulian ? Dalam dialog Sutrisno, Sekda Kabupaten Sleman pada acara seminar “Post Disaster Recontruction: Assisrance to Local Government and Communities” yang menyajikan makalah “Priorities in Social Economic Recovery Towards Effective Disaster Rehabilitation Process” terungkap, perasaan berat hati menerima bantuan dari Wango ini.
Selaku Sekda mencoba memberikan ulasan positif “Nanti kita bisa ubah “. Setelah beberapa waktu , perumahan eksimo tersebut. Persis gaya dan peradaban Ketimuran dan Jawa.


Buku ”Membangun Daerah rawan bencana Dengan Kearifan Lokal” Pengalaman Satu Tahun Rehabilitasi dan Rekontruksi Wilayah Pasca Bencana Gempa Bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, patut ditelaah ulang. Catatan pengalaman ini yang dikemas dalam bentuk CD, seharusnya menjadi pijakan para penyandang dana yang akan ikut serta memberikan bantuan.
Pengalaman ini disusun oleh Tim Teknis Nasional, Penanggulangan bencana, 2007.


Waktu berjalan, musibah gempa telah 18 bulan berlalu. Perumahan DOME gaya Eskimo masing belum mengalami perubahan berarti. Ya untung lah, lokasi perumahan ini sekarang menjadi objek wisata lokal, karena keanehan nya.

Senin, 28 Januari 2008

Selamat Jalan Bapak Pembangunan Presiden RI Kedua HM.Suharto, 1921-2008

Mantan Presiden kita yang kedua, yakni Haji Muhammad Suharto telah berpulang ke rachmatullah pada hari Minggu, jam 13.10 siang di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Alamarhum yang dikenal dengan Bapak pembangunan meninggalkan kita semua dengan usia 87 tahun dimakamkan di sebuah kawasan pemakaman keluarga Astana Giribangun di Surakarta, 28 Januari 2008.

Sejak almarhum mulai dirawat di RSPP doa dan apresiasi masyarakat demikian besar, demikian juga terlihat saat prosesi persiapan pemakaman dan pemakaman mulai di Jalan Cendana Jakarta hingga tempat peristirahatan terakhir, disamping almarhumah Istri nya, telah lebih awal di panggil Illahi Rabby.


Almarhum lahir di desa Kemusuk, Argomulyo, Godean Yogyakarta, 8 Juni 1921, berasal dari keluarga petani sederhana yakni Kartosudiro dan Sukinah,. Menikah dengan almarhum Ibu Tin 26 Desember 1947. Alamrhum memperoleh 27 Bintang Jasa dari jajaran Militer dan pemerintah Indonesia, diberi penghargaan oleh 38 Negara dan mendapatkan penghargaan dari 7 lembaga international dan PBB. Sebagai presiden kedua, memiliki sejumlah kinerja positif yang patut di kenang. Paling tidak sepuluh kinerja positif ini, amat pantas selalu diingat yakni :

· Mengagas konsep pembangunan terencana dalam Kemasan Rencara Pembangunan 25 Tahun, Lima Tahunan dan Tahunan, dengan trilogi pembangunannya.

· Menumpas Gerakan 30 September PKI yang akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah.

· Memperoleh Penghargaan dari FAO dalam prestasi Indonesia dalam Swadasembada Pangan, 14 Nopember 1985 yang diterima langsung di markas organisasi ini, Roma.

· Keberhasilan dalam program Keluara Berencana yang menjadi fokus kajian berbagai lembaga international dan sejumlah Negara di dunia. UNPA memberikan penghargaan khusus untuk prestasi in.

· Memberikan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi dalam paket Beasiswa Supersemar.

· Mendorong kegiatan Orrang Tua Asuh, dalam gerakan fasilitasi beasiswa bagi pelajar berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu.

· Mendorong gerakan keberagamaan khususnya Islam dengan dukungan pembangunan sarana ibadah mesjid, melalui yayasan Muslim Pancasila.

· Membangun jaringan bilateral untuk kegiatan sosial, ekonomi dan perdamaian beberapa Negara di kawasan Asia Tenggara dengan endirikan ASEAN dengan sekretariatnya di Jakarta. Dalam hal ini aktif sebagai fasilitator perdamaian antara Pemerintah Pihlipina dengan gerakan Fron Pembebasan Nasional Moro (MNLF) di wilayah Mindanao, Philipina Selatan, kasus Muslim Thailand Selatan, Burma dan lainya.

· Merintis dan mengembangkan berbagai program bagi rakyat miskin dan daerah tertinggal.

· Suka atau tidak Taman Mini Indonesia Indah, Taman Bunga Cibubur dan Taman Buah Mekarsari menjadi lokasi kunjungan wisata lokal dan mancanegara.

Kita yakin masih banyak prestasi lain, namun kinerja positif tersebut tentunya diharapkan akan dapat mendorong almarhum mendapat kan maghfirah dari Allah yang bermuara pada peroleh sorga manti. (Muchtar Bahar)

Sabtu, 26 Januari 2008

UNTUK RENUNGAN BERSAMA

Saya memperoleh kiriman via milist dari rekan kerja sewaktu bertugas di Propinsi NAD dan NIas dalam sebuah program pemulihan akibat Tsunami, yakni Inne Indriani Suryatmana. Mungkin diantara teman ada yang berminat dan dapat pula menyebarkan kepada rekan yang lain.


Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:


"Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?."
Lalu Allah SWT berfirman yang bermaksud.. "Tidak" Kemudian Jibrail AS berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah SWT dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.


Kemudian Jibrail as berkata: "Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"


Lalu Allah berfirman yang bermak! sud. "Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..."


Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syura Ma'waa. Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbangla malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:
"Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya?”


Kemudian Allah SWT berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... ."


Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat. * Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.

* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).

* Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam
semua hari.

Senin, 24 Desember 2007

SEMENIT SAJA


Arief Rahadi yang aktif di P2KP, memperoleh tulisan ini dari milist tetangga.. Saya coba simak makna nya, ternyata amat penting untuk bahan renungan. Bilamana sejawat merasa tulisan ini bermanfaat, silahkan kirim kepada sejawat lain.

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan.

Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Rumah Ibadah

Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama beberapa hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk berdoa; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat waktu beribadah.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Keagungan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.

ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..? Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA MENGETAHUI, MENDENGAR, PENGASIH DAN PENYAYANG.

Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya akan sesuatu? Wassalam

MARI BERSYUKUR

Mari Bersyukur : Untuk Istri Yang memberi makanan yang sama dengan malam kemarin , Karena Istriku DIRUMAH malam ini , dan TIDAK bersama orang lain

BERSYUKUR UNTUK SUAMI . Yang duduk bermalasan di Sofa Sambil baca koran Males-malesan Karena doi bersama aku dirumah dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini .

Bersyukur untuk anak Yang selalu PROTES dirumah Karena artinya ... dia sedang dirumah dan tidak sedang keluyuran di jalan.

BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar karena artinya ? Saya bekerja ? atau Punya penghasilan ?

BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan.. .Karena artinya saya masih punya kesempatan melayani orang-orang yang mengasihi saya ?

BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan karena artinya ... Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ?

BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikutku Karena artinya ? Aku tidak disilaukan oleh Matahari ?

BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus dibetulkan dirumah . !! Karena artinya ? saya punya Rumah !!!

BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .. karena artinya Kiat masih PUNYA kebebasan untuk berbicara

BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ? Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki .. dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa ?

BERSYUKUR untuk Cucian ? Karena artinya ? saya punya baju yang bisa dipakai ?

BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari ... karena artinya ? SAYA mampu bekerja keras setiap hari ?

BERSYUKUR untuk segala permasalahan hidup , karena artinya? Kita masih dipercaya untuk bisa berkembang dan terus berkembang

BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari, artinya ” SAYA MASIH HIDUP”