Selasa, 25 Agustus 2009

1 Tamparan untuk 3 Pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air . Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya? Kiyai: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin ? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya. Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan : 1. Kalau memang Tuhan ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya 2. Apakah yang dinamakan takdir dan 3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya ? Kyai : Saya tidak marah ..... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaa yang anda ajukan kepada saya. Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ? Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada? Pemuda : Ya ! Kyai : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu ! Pemuda : Saya tidak bisa Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama... kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya ? Pemuda : Tidak Kyai: Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini ? Pemuda : Tidak.
Kyai : Itulah yang dinamakan takdir

Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ? Pemuda : Kulit Kyai : Terbuat dari apa pipi anda ? Pemuda : Kulit . Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?
Pemuda : Sakit

Kyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan ( Kiriman dari sahabat )

Bocah Misterius

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar- mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius.

Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.

"Bismillah.. ." ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.

"Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman. "Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.."

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.
"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...!?"

Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.
"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian
menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?

Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.
Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang
telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...!
Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?
Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling
Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan..., jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak...."

Wuahh..., entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.
Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan
raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.

Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu
penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!
Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan
sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.
Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu
sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya. hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah. (Kiriman dari Sahabat, Muchtar Bahar)

Selasa, 20 Januari 2009

TIP MENGHADAPI TAHUN 2009

Teman selama bertugas di Provinsi NAD yakni Dr. Rusli Alibasyah mengirim email bagaimana kiat kiat menghadapi tahun 2009 yang konon semakin rumit. Saya rasa tip yang diberikan dapat direnung ulang.

Tidak terasa tahun 2008 ini sudah hampir berlalu dan kita akan segera menyambut tahun baru 2009 yang penuh dengan tantangan baru. Banyak peristiwa yang kita hadapi sepanjang tahun ini. Di tengah berbagai catatan tersebut, tersembunyi berbagai harapan sekaligus tantangan.

Banyak yang mengatakan, di tahun depan 2009, ancaman krisis yang dimulai dari krisis properti di Amerika masih membayang. Berbagai ulasan yang bersifat negatif pun terus berkembang. Ketakutan akan terjadinya PHK masal, ketidakpastian politik, hingga terombang-ambingnya harga kebutuhan pokok jadi opini yang dipercayai bisa terjadi. Itulah gambaran nyata yang membayang dan mungkin jadi realitas yang tidak bisa dielakkan. Dan memang, adanya perubahan seiring perputaran waktu terus terjadi tanpa bisa dihalangi.

Maka, untuk menghadapinya, kitalah yang menentukan! Pilihan ada di tangan kita. Jika kita menghadapi semua hal tersebut dengan sikap pesimistis, maka yang muncul pastilah rasa takut, cemas, khawatir, prihatin, pasif, frustasi, depresi dan dan sifat-sifat negatif lainnya. Akibatnya sudah bisa dipastikan! Semua bayangan itu akan jadi kenyataan sehingga membuat kita makin terpuruk didera perputaran zaman.

Sebaliknya,bagi orang yang selalu memilih pandangan optimis, mereka sadar di balik
setiap kesulitan terdapat kesempatan dan pembelajaran. Persis seperti apa yang dikatakan oleh Albert Einstein "In the middle of difficulty lies oppurtinities" SIkap optimis akan melahirkan percaya diri, berani,aktif, siap bekerja dan berjuang keras. Mereka inilah yang memiliki kekayaan mental yang maksimal sehingga mampu melewati setiap ancaman badai kehidupan.

Orang optimis akan selalu menyadari keadaan dirinya saat ini dengan penuh rasa syukur.. Mereka sadar, bahwa dengan mau mensyukuri keadaan yang ada, dan mampu memaksimalkan apa yang dimiliki, serta dilandasi kemauan berjuang habis-habisan, apapun bisa diatasi. Ini sangat sesuai dengan prinsip filosofi dasar yang selalu diagungkan oleh seorang Andrie Wongso, "Success is my right!!!" - Sukses adalah hak saya!

Dengan optimisme, setidaknya, minimal dapat membuat orang bertahan di tengah cobaan yang mendera dan maksimal mampu mengatasi masalah dan keluar sebagai pemenang. Orang-orang optimis tidak mudah menyerah apalagi putus asa.

Nah, ada satu hal yang bisa Anda lakukan dan yang biasanya sering kali saya lakukan setiap akhir tahun. Bagi saya, kegiatan ini sangatlah berguna untuk melihat perkembangan diri sendiri selama satu tahun ini dan Andapun dapat melakukannya dengan mudah.

Apakah kegiatan itu?
1. Cari tempat yang tenang dan siapkan pena, notes, minuman menyegarkan (juice, cola atau minuman favorit Anda) danmusik yang tenang seperti jazz (love it), blues.

2. Tutup mata Anda dan nikmati musik sambil merenung hal-hal berikut ini. Apa sajakah yang telah Anda lakukan selama tahun 2008 ini? Apa yang berkesan, apa yang menyakiti Anda? Target apakah yang masih belum tercapai? Tuliskanlah hal itu di notes Anda.

3. Pelajari notes Anda setelah itu, dan lakukan renungan Anda kembali dengan pertanyaan yang baru.. Apakah yang Andainginkan terjadi di tahun 2009? Apa yang ingin Anda ubah? Target apakah yang ingin Anda capai? Mempunyai seorang pacar, mempunyai tabungan dengan nilai sebesar xxx.. apapun itu, tulislah..

4. Pelajari notes Anda kembali dan kali ini tulislah kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk mencapai hal tersebut? Membeli buku yang related, mengikuti seminar, berkenalan dengan orang baru..

5. Simpan notes itu dan selama perjalanan Anda di tahun 2009, lihatlah seminggu sekali setiap hari Senin untuk mengulang kembali tujuan Anda dan lihatlah sejauh mana Anda telah mencapainya.. Anda akan merasa takjub nantinya karena jikalau Anda fokus, ternyata hal-hal tersebut tidaklah sesulit yang Anda bayangkan untuk dicapai.

Itulah tips dari saya untuk memulai tahun 2009 dengan lebih baik dan terarah.. hanya 5 langkah yang mudah dan hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat (sekitar 1 jam). 1 jam tentu singkat bila dibandingkan 365 hari yang akan Anda jalankan di tahun 2009?

Mari, kita bangun semangat optimisme, selalu berpikir dan berpengharapan positif, berani menghadapi setiap tantangan yang menghadang, demi tercapainya hari esok penuh harapan, "Tomorrow will be better!!!

Senin, 24 November 2008

In Memoriam

For My Best Friends, Hisbullah Hasan, Anwar Harapan and Her Susilo
Tahun ini adalah tahun kehilangan sahabat. Betapa tidak tiga orang sahabat yakni Hisbulah Hasan di Klaten, Anwar Harapan dan Her Susilo di Jakarta berpulang ke rahmatullah, dengan tenggang waktu yang tidak terlalu lama. Ketiga almarhum adalah penggiat pemberdayaan malah merupakan tokoh senior di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Hisbullah Hasan yang memulai karirnya di LP3ES Cabang KLaten, kemudian hijrah ke Jakarta tahun 80 an aktif memimpin divisi Program Pengembangan Masyarakat, khususnya Pengembangan Usaha Kecil. Setelah di LP3ES aktif di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk bidang Pengembangan Industri Kecil. Sempat menjadi Diektur Perkumpulan Untuk Pengembangan Usaha Kacil (PUPUK) di Bandung, menjadi Pimpinan Yayasan Mitra Usaha. Pada pertengahan tahun 2000 Hisbullah Hasan kembali ke Klaten dan mendukung kegiatan pengembangan usaha dari Persepsi Klaten (pengembangan dari LP3ES Cabang Klaten, menjadi lembaga otonom) Dia meninggal dan dimakamkan di di Klaten, Jawa Tengah.
Anwar Harapan lama aktif di Yayasan Indonesia Sejahtera (YIS) Jakarta, menjadi dosen di Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta dan kemudian merintis dan mengembangkan Asosiasi Pelatihan dan Pengembangan Masyarapat (APPM) hingga akhir hayatnya. Sebelum Ramadhan 142h H lalu, Abu Yamin, sempat bersillaturrahmi kerumahnya dan berbincang berbagai gagasan pemberdayaan masyarakat. Saat itu Alamarhum Anwar Harapan memberikan empat buah buku yang diterbitkan oleh APPM dan buah karya tulisnya, uakni “Kisahku, Sastra dan Budaya Betawi, Modul Modul Pemberdayaan Masyarakat dan Alas Purwo”. Anwar Harapan meninggal 11 Oktober 2008 dimakamkan di kebumen, Jawa Tengah.
Tanggal 15 Oktober 2008, kembali seorang sahabat Her Susilo yang menjadi Pimpinan Yayasan Bangun Mitra Sejati di palnggil Illahi Rabby. Her Susilo adalah guru sebagain besar penggiat pemberdayaan seperti diungkapkan oleh Tabrani Yunus Pimpinan CCDE Aceh. Inovator dalam pelatihan di Balai Diklat Binaswadaya sebelum ia mendirikan Yayasan BMS. Alamarhum dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta. Y.Arihadi dari Binaswadaya mencatat “Pak Her semasa hidup dan karyanya di Bina Swadaya banyak melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Model-model training bagi penggerak masyarakat yang innovatif, model rekruitmen dan kaderisasi serta penciptaan peluang karya bagi penggiat LSM .... Banyak mantan staf atau mitra didikannya yang kreatif berkat dampingannya.”. Almarhum juga aktif sebagai pengurus dalam Koalisi Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) anggota ESPAT dan aktif di Komunitas AIDs Indonesia.
Ketiga sahabat itu telah kembali keharibaan Nya. Banyak ilmu dan ketrampilan metodologios yang telah di “share” kepada kita. Banyak juga amal jariah dalam berbagai rangkaian pemberdayaan yang telah dihasilkan langsung atau tidak langsung. Meski telah tiada, pahala ilmu, ketrampilan metodologis, amal jariah dan kebaikan lain, akan mengalir abadi kepada mereka. Selamat jalan sahabatku. Akankah kami bisa berbuat seperti mereka ? Mudah mudahan. Amiin.

Senin, 12 Mei 2008

SEBUTIR KURMA PENJEGAL DOA

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" , Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."

"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."

"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."

"Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu...

KIsah ini saya peroleh dari teman teman di NAD dan sekiranya anda mengasihi keluarga, sahabat dan teman teman, sebarkan pada nya. Semoga bermanfaat